In Lomba Penerbit Haru

Sahabat?

Diikutkan Dalam Lomba Cerpen ‘Endless Love’


     “Rizki! Lihat deh lihat” suara yang nampak familiar terdengar olehnya. “Haahh,,, si pengganggu datang” gumam Rizqi dalam hati karna waktu menyendirinya terganggu dengan kedatangan sahabatnya itu.  “Nih qi, baca deh!” Icha menunjukkan sebuah artikel pada Rizqi. “Katanya, dijari kelingking setiap manusia telah diikatkan sebuah benang merah dengan jodohnya oleh dewa jodoh, jika dua orang sudah ditakdirkan untuk berjodoh enggak ada yang bisa memisahkan lagi. Sayangnya benang merah itu nggak bisa terlihat, hufttt. Kira – kira siapa ya jodohku qi?”. PRAKKK!! Rizqi melemparkan artikel yang tadi diberikan Icha “Masa bodo dengan benang merah, dewa jodoh ataupun siapa jodoh mu! Bisa gak sih Cha kamu gak ganggu aku?! Gak tau orang lagi mau sendirian apa?!” bentak Rizki. “Hehehe,,, aku ganggu kamu ya Qi? Maaf ya. Ku kira kamu juga akan tertarik sama artikel ini sama kayak si Cindy. Kalo gitu aku pergi dulu deh, maaf ya udah ganggu waktu kamu” dengan wajah sedikit kecewa, Icha pun meninggalkan Rizky.
-
-
-
     RING! RING! RING! Rizqi mengangkat panggilan dihandphonenya dengan kesal “Siapa sih yang nelpon pagi – pagi gini?!” gumam Rizqi. “Halo Cin, ngapain sih ka-“ belum selesai bicara, Cindy sudah memotong omongannya. “Q-qi, I-icha” Cindy bicara dengan terbata – bata membuat Rizqi makin kesal karnanya, “Apaan sih?! Ngomong yang jelas kek! Gak tau ya sekarang masih jam 5 pagi?!”. “I-Icha, Icha ke-kecelakaan Qi, hiks” suara Cindy mulai terdengar jelas ditelinga Rizqi. “Hah?! Kamu serius Cin?! Sekarang kamu di mana? Aku akan segera ke sana” spontan Rizqi kaget mendengar kabar tersebut, mengingat Icha adalah sahabat baiknya. “Di Rumah Sakit Cipta, hiks. Qi,,, cepetan,, aku takut Icha kenapa - kenapa” suara Cindy mulai terdengar gemetar, ia khawatir sahabatnya tak bisa tertolong lagi, mengingat benturan yang dialami Icha cukup parah. “Oke! Kamu tunggu di sana! Aku akan ke sana sekarang” dengan cepat Rizqi bergegas ke Rumah Sakit Cipta. Tak peduli walau sekarang  masih pagi buta, ia khawatir dengan kondisi sahabatnya yang sekarang sedang terkulai lemah di UGD akibat kecelakaan yang baru menimpanya.
-
-
-
     “Cha,,, ini udah sebulan loh,,, kamu gak kangen sama aku, Cindy,  Reno? Cha,,, kamu ingat ini gak?” Rizqi mengeluarkan sebuah syal rajut berwarna merah dari dalam tasnya, mata coklatnya yang indah mulai dibasahi air mata. “Makasih ya Cha buat hadiahnya, maaf kalo aku kasar sama kamu waktu itu”. Ia menyesal dan tak berhenti berharap agar sahabatnya segera terbangun dari koma-nya. Rizqi mengenang segala kenangan yang pernah ia lalui bersama Icha. Kini ia sadar, bahwa wanita yang sedang terbaring lemah dihadapannya adalah seorang wanita yang berharga baginya, seseorang yang sangat ia sayangi, bukan hanya sebatas sahabat, tetapi ia menyukainya sebagai seorang pria. Benang merah pada syal itu mengingatkan Rizqi pada celotehan Icha waktu itu, “Cih! Apanya yang benang merah?! Apanya yang tak dapat dipisahkan?! Semua hanya omong kosong belaka!” air matanya tak bisa terbendung, ia meluapkan semua emosinya. Dalam hati ia berharap agar Tuhan memberikannya satu kesempatan lagi untuk membuat Icha bahagia.
     Dengan matanya yang masih dibasahi air mata, ia berusaha untuk tersenyum dihadapan gadis yang dicintainya, “Cha, aku pulang dulu ya, besok aku mampir lagi”. Saat ingin keluar dari ruangan itu, ia merasa bajunya ditarik oleh sesuatu, ah tidak, lebih tepatnya oleh seseorang. “Riz-qi?” suara indah yang terdengar lemah, suara itu bagaikan sebuah mimpi, suara seseorang yang sangat ditunggu kehadirannya kembali oleh Rizqi, “Icha?!”. Ternyata dewi fortuna sedang berpihak padanya, Tuhan mengabulkan permintaannya, ia memberikan Rizqi kesempatan satu kali lagi untuk membuat Icha bahagia,,, bersamanya.


Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

About

"I'm not perfect. Never have been, and never will be :)" Follow me at Instagram @saharanii Wattpad @saharanii Twitter @saharani01

Followers