Judul : The Chronicles Of Audy 4/4
Genre : Family, comedy
Kategori : Fiksi, Novel remaja, Novel lokal
Penulis : Orizuka
Ukuran : 13 x 19 cm
Tebal : 314 halaman
Harga : Rp. 59.000
Terbit : Juli 2015
***
SINOPSIS
Hai. Namaku Audy.
Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa - biasa saja,
sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R dan jatuh hati pada salah seorang di antaranya.
Ku akui aku bertingkah (super) norak soal ini,
tapi kenapa dia malah kelihatan santai - santai saja?
Setengah mati aku berusaha jadi layak untuknya, tapi dia bahkan tidak peduli!
Di saat aku sedang dipusingkan oleh masalah percintaan ini,
seperti biasa, muncul masalah lainna.
Tahu - tahu saja keluarga ini berada di ambang perpisahan!
Aku tidak ingin mereka tercerai - berai, tapi au bisa apa?
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang masih saja ribet.
Kronik dari seorang Audy.
***
***
SINOPSIS
Hai. Namaku Audy.
Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa - biasa saja,
sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R dan jatuh hati pada salah seorang di antaranya.
Ku akui aku bertingkah (super) norak soal ini,
tapi kenapa dia malah kelihatan santai - santai saja?
Setengah mati aku berusaha jadi layak untuknya, tapi dia bahkan tidak peduli!
Di saat aku sedang dipusingkan oleh masalah percintaan ini,
seperti biasa, muncul masalah lainna.
Tahu - tahu saja keluarga ini berada di ambang perpisahan!
Aku tidak ingin mereka tercerai - berai, tapi au bisa apa?
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang masih saja ribet.
Kronik dari seorang Audy.
***
'The Chronicles Of Audy : 4/4' adalah buku ketiga dari seri 'The Chronicles Of Audy. Walaupun Audy sudah tidak inggal bersama 4R, namun ia masih rutin mengantar jemput Rafael ke sekolahnya dan mengurus rumah serta kebutuhan 4R.
"Apa sih Rex, yang bikin kamu suka aku?" tanyaku, tak tahan lagi. "Maksudku, selain teori plato itu. Harusnya, secara hukum alam atau apalah, kamu gemes- bukan dalam artia baik-sama orang - orang kayak aku, kan? Aku... salah satu orang yang nggak bisa ngerjain soal algoritma mudah itu." Tatapan Rex kembali terfokus padaku. "Tapi kamu satu - satunya orang yang pengen aku ajarin soal algoritma itu." *seriously, saya melting waktu baca jawaban Rex ke Audy >/////< #TimRex
Siapa sih yang gak bakal seneng dapat pernyataan dari seorang manusia yang kayak Rex? Audy pun merasa bahagia karna mendapat pernyataan dari Rex. Perutnya bagaikan dihuni oleh ribuan kupu - kupu yang siap terbang apabila ia melihat atau bahkan hanya memikirkan Rex! Audy pun berusaha untuk bisa layak bagi Rex, tapi semakin ia berusaha, semakin ia merasa bahwa dirinya tidak layak untuk Rex. *saya gregetan gara - gara Audy cuma terfokus untuk jadi 'layak' bagi Rex tapi gak berusaha untuk 'memahami' Rex :(
"Dari awal, Rex berjalan sendirian. Dia berlari sendirian. Regan punya ayahnya. Romeo punya ibunya. Begitu Rafael lahir, Rafael punya semuanya. Tapi Rex, Rex selalu sendirian. Nggak ada yang benar - benar memahaminya."
Audy pun mencurahkan isi hatinya kepada sahabatnya Missy, mbak Maura dan R2 alias Romeo Rashad yang ia rasa bisa mengerti dirinya. Audy merasa ia nyaman saat bersama dengan Romeo karna mereka bisa saling memahami dan melenkapi. Lalu, bagaimana kelanjutan kisah antara Audy dan Rex? Akankah Audy bertahan dengan Rex yang jenius tapi labil, atau justru ia akan berpaling pada seseorang yang membuatnya bisa merasa nyaman seperti yang ia rasakan bila bersama Romeo?
Aku tidak langsung menanggapinya, karena aku terlalu sibuk mencerna ucapannya itu. Kalau dipikir - pikir lagi, selama bersama Romeo, aku memang tidak terlalu banyak berpikir. Aku bisa rileks, bisa berjalan dengan kecepataku sendiri, dengan dirinya mengikuti dari belakang, siap menghiburku dengan segala cara.
***
Let's Talk About This Book
Sumpah di seri ketiga ini saya gregetan banget sama sikap Audy yang (super) norak :'D. Entah kenapa Audy gak pernah berfikir buat 'memahami' Rex. Kenapa Audy hanya terfokus untuk menjadi 'layak' namun gak mau mencoba 'memahami'?
Saya kagum sama Orizuka yang bisa membagi porsi bagi setiap karakter dengan pas. Tema yang diusung juga bagus, yaitu 'keluarga'. Orizuka gak cuma fokus sama kisah cinta Audy, tapi juga membahas tentang kisah Audy bersama 4R. Bagaimana masa lalu mereka, apa yang telah terjadi dengan hidup mereka, dan apa yang mereka rasakan.
Saya juga gak nyangka kalo buku ini akan berlanjut ke buku ke-4 *A*)b. Dan dibagian akhir saya juga dibuat terkejut sama apa yang dikatan Romeo ke Rex *yang penasaran baca novelnya aja ya :p. Dan berikut adalah quote favorit saya dari novel ini.
"Aku cuma nggak peduli tempat kita tinggal," katanya, membuat mata Romeo melebar. "Yang penting, aku tahu ke mana harus pulang." Kami semua menatap Rex nanar, akhirnya bisa sedikit memahami perasaannya. Rex tidak pernah mengikat dirinya pada rumah ini; dia mengikat dirinya pada saudara - saudaranya. Keluarganya masih merupakan hal yang penting baginya. Keluarganya selalu ada dalam rencana masa depannya.
Kenapa bisa jadi quote favorit saya? Karna saya ngerasa WOW kata - kata itu bisa terucap dari seorang Rex rashad :'D
5 bintang dari saya buat novel yang udah berhasil naik turunin perasaan saya saat membacanya^^

0 komentar:
Posting Komentar