Hidup itu layaknya sebuah pelayaran di dalam sebuah kapal,
Kamu terus mengarungi samudera yang luas dan menemukan banyak hal.
Terombang - ambing dalam keputus asaan dan berharap pada angan.
Kapal itu berlayar... untuk mencari dermaganya.
Namun dalam pelayaran itu... yang kamu temui hanyalah lautan dan langit yang tak ada ujungnya.
Lautan yang menggambarkan cobaan dalam kehidupan, dan langit yang menggambarkan percintaan.
Ia yang saat ini kau damba adalah langit yang hadirnya selalu kau tunggu,
Namun... seringkali dirimu teralihkan dengan keindahan sang pelangi, kehangatan sang mentari, atau justru kamu dibuat sendu oleh guyuran hujan dari sang awan.
Tapi pada akhirnya kamu tau,
Yang kamu selalu rindukan adalah langit biru yang menghiasi pelayaran mu dikala siang, dan langit berbintang dikala malam.
Tapi jangan lupa bahwa sang langit hanyalah peneman sementara,
Karna suatu saat kamu akan menemukan sang dermaga.
Kamu terus mengarungi samudera yang luas dan menemukan banyak hal.
Terombang - ambing dalam keputus asaan dan berharap pada angan.
Kapal itu berlayar... untuk mencari dermaganya.
Namun dalam pelayaran itu... yang kamu temui hanyalah lautan dan langit yang tak ada ujungnya.
Lautan yang menggambarkan cobaan dalam kehidupan, dan langit yang menggambarkan percintaan.
Ia yang saat ini kau damba adalah langit yang hadirnya selalu kau tunggu,
Namun... seringkali dirimu teralihkan dengan keindahan sang pelangi, kehangatan sang mentari, atau justru kamu dibuat sendu oleh guyuran hujan dari sang awan.
Tapi pada akhirnya kamu tau,
Yang kamu selalu rindukan adalah langit biru yang menghiasi pelayaran mu dikala siang, dan langit berbintang dikala malam.
Tapi jangan lupa bahwa sang langit hanyalah peneman sementara,
Karna suatu saat kamu akan menemukan sang dermaga.
0 komentar:
Posting Komentar